BISNIS

BGR, BUMN Yang Lirik Garap Pasar Online

PT Bhanda Ghara Reksa menyasar layanan pergudangan dan logistik perusahaan

MALIOBORO – PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) atau BGR mungkin tak banyak yang mengetahui. Meski namanya tidak banyak terdengar, ternyata perusahaan yang bergerak dalam bidang ekspedisi ini merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Dan pekan kemarin, penyedia jasa logistik kembali menerima penghargaan Golden Trophy Infobank Award 2017 dalam kategori BUMN Bidang Pergudangan dengan predikat Sangat Bagus untuk tahun kinerja 2016 di Yogyakarta. Penghargaan ini merupakan penghargaan keenam yang diterima BGR dalam penyelenggaraan Infobank BUMN Award. Hal ini menunjukkan jika kinerja mereka cukup menggembirakan.

Direktur Utama BGR, R. Ruli Adi mengatakan, tahun 2016 BGR mencatatkan pertumbuhan kinerja, terlihat dari tingkat pendapatan yang mencapai Rp1,01 triliun atau tumbuh 10,32% secara year on year (yoy). Tiga lini bisnis yang mereka garap adalah distribusi perusahaan (logistik), paket ekspres dan juga jasa pengolahan limbah berbahaya (B3).

“Pendaparan terbesar kami masih di distribusi perusahaan,” ujarnya usai menerima penghargaan di Yogyakarta.

Bisnis distribusi perusahaan menjadi penyumbang pendapatan terbesar yakni sebesar 57,92% dari total pendapatan. Disusul bisnis pergudangan menyumbang pendapatan sebesar 41,57%. Dua unit usaha yang mereka lainnya yaitu jasa kurir ekspres dan pengolahan limbah B3 memang masih tergolong baru karena baru dua tahunan.

Wajar jika bisnis jasa kurir dan jasa pengelolaan limbah terintegrasi sebagai jasa baru memberikan kontribusi pada pendapatan perusahaan sebesar Rp17,72 miliar sepanjang tahun 2016. Perseroan juga membukukan pertumbuhan total aset di tahun 2016 sebesar Rp948,07 miliar atau tumbuh 23,64% dibandingkan tahun 2015.

Menurutnya, jasa kurir ekspres akan berkembang di kemudian hari seiring dengan meningkatnya peminat jasa ini. Peningkatan ini tidak lepas dari meningkatnya jual beli secara online belakangan dan diperkirakan akan terus berkembang.

“Sementara itu, hingga akhir 2017, perseroan memproyeksikan pertumbuhan pendapatan sebesar 20% dibanding tahun 2016. Pertumbuhan pendapatan tersebut menunjukkan bahwa jasa yang ditawarkan BGR terus dipercaya masyarakat. Yang belum memang untuk IPO di lantai bursa,” tukasnya. (Erfanto linangkung)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top