BI

Bank Indonesia: 2017 Tahun Pemulihan Ekonomi Global

bi-nilai-pemulihan-ekonomi-global

MALIOBORO – Bank Indonesia menilai, tahun 2017 merupakan tahun pemulihan ekonomi global, yaitu momentum bangkitnya ekonomi global setelah menyentuh titik terendah (turning point) pertumbuhan ekonomi pada tahun 2016. Pertumbuhan ekonomi global 2017 diperkirakan dapat tumbuh hingga 3,6%; lebih tinggi dari capaian 2016 sebesar 3,2%.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Budi Hanoto mengatakan, sumber pertumbuhan ekonomi global 2017 pun menjadi lebih merata, dimana motor pertumbuhan ekonomi dunia tidak hanya bersumber dari negara maju, namun juga dari negara berkembang. Di negara maju, perkembangan sampai Triwulan III 2017 mengkonfirmasi berlanjutnya proses perbaikan ekonomi AS.

“Semuanya didukung oleh membaiknya kondisi tenaga kerja dan investasi. Ekonomi Eropa dan Jepang juga mengindikasikan berlanjutnya proses pemulihan ekonomi,”tutur Budi dalam pertemuan tahunan di UPN Yogyakarta, Kamis (14/12).

Menurut Budi, negara berkembang juga mencatat pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi pada 2017. Tiongkok, perekonomian terbesar kedua di dunia dan mitra dagang utama Indonesia, terhindar dari risiko penurunan laju pertumbuhan ekonomi dengan mengimplementasikan secara lebih gradual program rebalancing ekonomi.

Program rebalancing ekonomi lebih memfokuskan pertumbuhan pada permintaan domestik. Ekonomi Tiongkok pada tahun 2017 diperkirakan mampu tumbuh sebesar 6,8%. Kinerja ekonomi Tiongkok yang solid berdampak pada perbaikan ekonomi negara berkembang yang lain termasuk juga Indonesia.

Perbaikan pertumbuhan ekonomi global membawa dampak pada peningkatan harga komoditas internasional. Melanjutkan tren perbaikan sejak pertengahan 2016, harga komoditas internasional seperti batubara dan mineral, kembali menguat pada tahun ini sejalan dengan masih tingginya permintaan dari Tiongkok.

“Dengan perkembangan tersebut, diperkirakan dapat mendorong pertumbuhan harga komoditas ekspor non migas Indonesia pada 2017. Secara keseluruhan, risiko eksternal tahun 2017 membaik sehingga ketidakpastian pasar keuangan global menurun,”tambahnya.

Pertemuan Tahunan Bank Indonesia diselenggarakan rutin setiap akhir tahun untuk menyampaikan pandangan Bank Indonesia mengenai kondisi perekonomian terkini, tantangan dan prospek ke depan, serta arah kebijakan Bank Indonesia. Pertemuan dihadiri oleh Forkompinda, pimpinan SKPD, pimpinan perbankan dan institusi keuangan non-bank, akademisi, pelaku usaha dan insan media.

Tema yang diangkat dalam PTBI tahun 2017 ini adalah “Memperkuat Momentum, Mewujudkan Ekonomi DIY yang Inklusif”. Adapun tema ini sejalan dengan tema Pertemuan Tahunan Bank Indonesia di tingkat nasional yang dilaksanakan pada tanggal 28 November 2017 serta turut dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia.

(erfanto linangkung)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top