KEUANGAN

BEI : Penguatan Dollar AS Tidak Terlalu Riskan Bagi Pasar Modal DIY

MALIOBORO – Pelemahan rupiah terhadap dollar Amerika Serikat dianggap tidak terlalu riskan pada Bursa Efek Indonesia (BEI). Meski ada anggapan bahwa pelemahan rupiah terhadap dollar AS ini menjadi sentimen negatif terhadap pergerakan IHSG. Namun bagi BEI, dampak pelemahan rupiah terhadap dollar AS ini di pasar modal tidaklah terlalu riskan.

Kepala Perwakilan BEI Yogyakarta, Irfan Noor Riza mengatakan jika melihat pertumbuhan pasar modal di DIY sendiri, papar Irfan, saat ini memang bertumbuh cukup menggembirakan. Dahulu waktu BEI hadir di DIY tahun 2009, jumlah investor baru 900-an investor. Dan data BEI Perwakilan Yogyakarta, per bulan Juli 2018 ini jumlah investor DIY mencapai 36.437 investor.

“Ya bisa dibilang lebih dari 10% penduduk DIY melek investasi pasar modal. Di mana penduduk DIY sendiri 3,4 juta penduduk. Selama basis investor lokal bisa ditingkatkan, nantinya pasar modal Indonesia pastinya akan bertumbuh,”tuturnya

Irfan mengklaim, saat ini rupiah tidak sedang melemah. Tetapi yang terjadi justru sebaliknya, saat ini dollar AS-lah yang memang tengah menguat terhadap mata uang negara-negara di dunia. Jadi selama Saham-saham di BEI itu bagus maka akan ada investor yang keluar dan ada yang masuk itu hal yang wajar.

Pada saat rupiah melemah, bagi mereka yang melihat peluang pasti melihatnya harga saham jadi murah dan terjangkau. Misal, pelemahan rupiah ini membuat sebagian investor asing merasa takut kemudian keluar dari pasar modal Indonesia dengan melakukan aksi jual saham. Hal ini akan mengakibatkan harga-harga saham jatuh/murah.

“Di sisi lain, ada investor asing yang justru melihat peluang. Sebagian investor, melihat kondisi ini sebagai kesempatan untuk masuk. Karena harga-harga saham lagi murah (terjangkau),”tuturnya.

Irfan mengakui, Kondisi IHSG yang tertekan ini mestinya tidak akan berlangsung lama ya. Karena dari sisi fundamental, emiten-emiten pasar modal Indonesia masih cukup kuat. Terlebih, pelemahan rupiah ini juga terjadi di mata uang lain. Kondisi ini lebih disebabkan oleh faktor eksternal. Dan ia yakin IHSG akan balik kembali positif.(fan)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top