BI

BI Lanjutkan Bauran Kebijakan untuk Dukung Pemulihan Ekonomi

MALIOBORO.NEWS, Yogyakarta- Bank Indonesia (BI) melanjutkan bauran kebijakan yang akomodatif untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional. Dari sisi kebijakan moneter, BI mempertahankan kebijakan suku bunga rendah dengan mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI-7DRR) di level 3,50 persen.

“BI dalam RDG 19-20 April mempertahankan suku bunga rendah dengan mempertahankan BI 7DRR sebesar 3,5 persen. Ini merupakan suku bunga kebijakan BI terendah sepanjang sejarah,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo.

Ia menambahkan, BI juga terus melakukan triple intervention untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai fundamental dan mekanisme pasar. Tak hanya stabilitas nilai tukar saja, BI juga menjaga stabilitas di pasar Surat Berharga Negara (SBN).

“Stabilitas nilai tukar rupiah ini dilakukan dengan koordinasi erat dengan Kementerian Keuangan, bersama-sama menjaga. Tidak hanya stabilitas nilai tukar rupiah tapi juga di pasar SBN,” ungkapnya.

Dari sisi kebijakan makroprudensial, BI mempertahankan kebijakan makroprudensial yang akomodatif dengan mempertahankan rasio Countercyclical Buffer (CCB) sebesar nol persen, rasio Penyangga Likuiditas-Makroprudensial (PLM) sebesar enam persen dengan fleksibilitas repo sebesar enam persen, serta rasio PLM Syariah sebesar 4,5 persen dengan fleksibilitas repo sebesar 4,5 persen.

Disamping itu, untuk mendorong intermediasi perbankan, BI memperkuat kebijakan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM), melonggarkan ketentuan LTV untuk KPR menjadi 100 persen dan uang muka Kredit Kendaraan Bermotor menjadi nol persen, serta mendorong penurunan suku bunga kredit melalui transparansi Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK).

Dari sisi kebijakan Sistem Pembayaran, BI memperpanjang masa berlaku kebijakan pricing SKNBI, memperkuat kebijakan QRIS untuk akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan yang inklusif dan efisien, memastikan dukungan layanan sistem pembayaran dan pengelolaan uang rupiah dalam menghadapi Hari Raya Idulfitri; serta memfasilitasi promosi perdagangan dan investasi serta sosialisasi penggunaan Local Currency Settlement (LCS). (wd)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top