ASURANSI

BPJS Watch Berharap Pekerja Non-Formal Bisa Ikut Peserta Jaminan Pensiun

MALIOBORO.NEWS – BPJS Watch berharap pekerja nonformal dapat menjadi peserta Jaminan Pensiun (JP) dalam Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Selama ini, program jaminan pensiun hanya dapat diikuti oleh pekerja formal. Sementara pekerja non-formal hanya menjadi peserta Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Pemerintah juga mewacanakan program jangka panjang bagi pekerja bukan penerima upah dengan program Jaminan Pensiun yang saat ini sedang dibahas di RUU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).

Kepala Bidang Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar menilai, pemberian JP bagi pekerja non-formal akan memberikan manfaat besar bagi mereka.

Saat ini hal tersebut masih terbentur pada Undang Undang nomor 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Pada beleid tersebut, iuran JP dibayarkan oleh pekerja dan pemberi kerja.

Menurut Timboel, peserta BPJS Ketenagakerjaan dari sektor pekerja non-formal masih rendah.

Padahal pekerja nonformal mendominasi struktur angkatan kerja di Indonesia hingga hampir 65 persen. Sementara peserta Jamsostek di sektor nonformal sekitar 10,6 juta sedangkan pekerja formal hampir mencapai 20 juta peserta.

Selain itu, Timboel juga mendorong pemberian bantuan iuran bagi masyarakat tidak mampu. Terutama bagi program JKK dan JKM.

Masuknya peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) dinilai akan memberikan efek bergulir yang besar. Pasalnya bila pekerja tidak mampu masuk dalam Jamsostek akan dapat memberikan manfaat yang besar.

Timboel mencontohkan pemulung yang mendapatkan JKK dan JKM. Bila terjadi sesuatu pada dirinya baik tidak bisa bekerja atau meninggal dunia maka ahli waris akan mendapatkan manfaat serta dua anak akan mendapatkam beasiswa hingga sarjana.

“Ini persoalan bagaimana kita bisa memutus rantai kemiskinan,” ungkapnya.(rn)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top