INDUSTRI

DIY Punya Perusahaan Cerutu Tingkat Dunia

MALIOBORO – Pemerintah DIY memberi target pendapatan asli daerah (PAD) kepada Perusahaan Daerah (PD) Tarumartani sebesar Rp 2,5 miliar di tahun 2018 ini. Target pemasukan ini jauh lebih tinggi dibanding dengan pendapatan tahun 2017 lalu yang hanya sebesar Rp 1,7 miliar, dan tahun 2016 sebesar Rp 1,6 miliar.

Oleh karena itu, perusahaan yang memiliki core bisnis utama sebagai produsen cerutu ini berencana akan melakukan diversifikasi usaha. Beberapa diversifiasi usaha di antaranya pendirian pabrik briket arang berbahan bekas penggergajian kayu, food and bakery, cafe and restorant, bisnis pertanian dan juga peternakan.

Direktur Utama PD Tarumartani, Nur Achmad Affandi mengungkapkan, meskipun saat ini tengah mempersiapkan diversifikasi usaha, tetapi pihaknya kini tengah melakukan penguatan pada core bisnis utama mereka yaitu pembuatan cerutu. Salah satu yang kini tengah upayakan adalah menggaet pasar premium cerutu di dunia, terutama negara tetangga.

Menurut mantan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY ini, pasar cerutu dan tembakau iris sebenarnya masih sangat potensial untuk digarap. Di pasar lokal, banyak cerutu dari negara lain yang telah masuk ke Indonesia. Namun di sisi lain, ada juga cerutu dari Indonesia seperti dari Tarumartani yang juga sangat diminati di pasar internasional.

“Pemakai cerutu itu segmented dan bukan lagi karena kebutuhan. Tetapi lebih karena lifestyle,”ujarnya, Jum’at (25/5).

Di pasar lokal, produk dari PD Tarumartani di segmen premium telah mampu memimpin pasar. Dari 7 pabrik cerutu di tanah air, PD Tarumartani mampu mengusai pasar cerutu premium sebesar 25 %. Dengan produknya berlabel Sultan, selain mampu menjadi market leader di pasarbcerutu Premium, Tarumartani juga sudah mulai memasuki pasar cerutu premium negara tetangga.

Nur Achmad menuturkan, saat ini pihaknya tengah melakukan penjajagan untuk menjalin kerjasama dengan sebuah agen di Thailand yang ingin menjual produknya ke Malaysia. Agen tersebut sangat tertarik dengan produk dari PD Tarumartani sebab memiliki keunggulan produk yang lebih halus dan rasa yang sangat kuat.

Meski sudah 100 tahun menembus pasar internasional seperti dari Amerika, Swedia, Swiss, Nikaragua, Kamerun, Cuba dan negara-negara lainnya, namun Nur mengakui jika pasar negara tetangga belum tergarap maksimal. Oleh karena itu, pihaknya kini tengah menyiapkan produk-produk cerutu dengan kualitas premium untuk meningkatkan eksistensi mereka di pasar cerutu internasional.

“Kalau dahulu kita melakukan efisiensi untuk menekan harga, tetapi sekarang kami justru mengejar kualitas untuk memenangkan persaingan,”tambahnya. (fan)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top