WISATA

Dukung Wisata DIY, Stasiun Tugu Terus Dipoles

MALIOBORO – Revitalisasi Stasiun Tugu terus dilakukan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI). Selain untuk menyambut keberadaan bandara baru, New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulon Progo, revitalisasi juga mereka lakukan guna mendukung industri pariwisata yang terus berkembang di wilayah ini.

Humas PT KAI Daops 6 Yogyakarta, Eko Budiyanto mengatakan, PT KAI terus berusaha mempercantik wajah ataupun penampilan stasiun Tugu. Sebagai sebuah bangunan Herittage atau peninggalan bersejarah, Stasiun Tugu ingin menandaskan jika mereka layak menjadi sebuah destinasi wisata di DIY.

Terlebih, stasiun Tugu berlokasi di jantung industri pariwisata DIY karena masuk dalam kawasan Malioboro. PT KAI merasa wajib untuk mempercantik diri guna memperkuat kesan keindahan Yogyakarta sebagai destinasi terkemuka di tanah air. Stasiun Tugu sebagai salah satu pintu masuk DIY maka memang harus menimbulkan kesan yang baik di mata pengunjung.

“PT KAI mendukung penuh industri pariwisata DIY,”ujarnya, Kamis (26/10).

Kali ini, PT KAI mempercantik stasiun tugu dengan memasang kain batik di berbagai lokasi. Menurut Eko, setelah DIY sukses menjadi penyelenggara Jogja Internasional Batik Bienelle (JIBB), PT KAI Daop 6 tidak mau ketinggalan untuk ikut serta melestarikan batik sebagai salah satu kekayaan budaya nasional yang harus dilestarikan. Kepedulian PT KAI Daop 6 ini diwujudkan dengan memasang kain batik sebagai penghias stasiun khususnya untuk stasiun Tugu.

Meski sampai saat ini pemasangan batik di stasiun sebagai wujud kepedulian PT KAI Daop 6 belum seperti harapan pehoby dan pemerhati batik, namun Daop 6 akan terus berbenah berupaya supaya tampilan batik yang dipajang di stasiun Besar Yogyakarta (Tugu) bisa sesuai harapan para pakar batik.

“Kami akan terus berusaha berinovasi untuk memperindah stasiun supaya pengguna jasa KA lebih nyaman dan kangen dengan stasiun Tugu karena memiliki kekhasan dalam penampilan,”jelas Humas Daop 6.

Kini, Stasiun Tugu ia klaim jauh lebih indah dibanding sebelumnya. Ketika calon penumpang memasuki stasiun Besar Yogyakarta (Tugu) melalui Pintu masuk sebelah utara pengguna jasa KA sudah disambutdengan taman air mancur dan hiasan wayang Punokawan yang dipajang di jln Margo utomo.

Di halaman timur stasiun tatapan mata terasa sejuk karena terlihat bersih dihiasai dengan taman dan pepohonan yang membuat sejuk dan terkesan berwibawa. Wajah stasiun akan lebih cantik ketika menjelang senja karena gemerlap lampu taman mulai menyala.

Eko menyebutkan, selain pembenahan sisi timur sisi selatan stasiun besar Yogyakarta atau lebih dikenal dengan nama Tugu selatan juga membuat kerasan, area tugu selatan yang dahulu terkenal kumuh kini nampak berkesan dengan adanya pedestrian yang cukup lebar dilengkapi lampu taman dan tempat duduk yang terpasang rapi di sepanjang pedestrian.

Bahkan saat ini di halaman selatan stasiun dihiasi dengan lokomorif jenis lok D 300 ber cat hijau menambah ke khasan stasiun besar Yogyakarta (Tugu) sebagai stasiun yang berhati nyaman yang ikut andil dan berperan dalam melestarikan budaya nasional.(erl)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top