OJK

Forum Riset Ekonomi dan Keuangan Syariah (FREKS), Meningkatkan Daya Saing Keuangan Syariah

Forum Riset Ekonomi dan Keuangan Syariah (FREKS)

MALIOBORO.NEWS – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerja sama Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) dan Universitas Gadjah Mada menggelar Forum Riset Ekonomi dan Keuangan Syariah (FREKS) 2019 pada 15-16 Oktober 2019 di Universitas Gadjah Mada. Acara ini dibuka oleh Kepala Eksekutif Pengawasan Pasar Modal OJK, Ir. Hoesen, M.M.

Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng. menuturkan UGM menyelenggarakan FREKS ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing keuangan syariah melalui inovasi dan sinergi menuju responsible finance and investment dalam rangka mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.

“Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, sayangnya ekonomi syariah kita masih tertinggal dibanding negara muslim lainnya,” tutur Panut.

Menteri Keuangan RI yang diwakili Dirjen Perimbangan Keuangan, Astera Primanto Bhakti dalam keynote speech-nya menyampaikan bahwa para pemimpin dunia saat ini sedang mengembangkan sustainable development goals (SDGs), sebuah pembangunan ekonomi berkelanjutan yang berlandaskan keselarasan aspek ekonom,i lingkungan dan sosial. Masyarakat global juga menyadari pentingnya etika sebagai dasar perilaku manusia dalam kehidupan ekonomi sehari-hari.

“Praktik ekonomi yang tidak didasari etika terbukti telah menyebabkan ketidakseimbangan pembangunan, baik dari aspek ekonomi, sosial, maupun lingkungan,” kata Menkeu.

Lebih lanjut Menkeu berharap keuangan syariah harus mampu bersaing dengan keuangan konvensional sehingga masyarakat memanfaatkannya bukan hanya karena alasan keagamaan namun

Kepala Eksekutif Pengawasan Pasar Modal OJK, Hoesen menuturkan bahwa industri keuangan syariah mempunyai potensi yang besar. Total aset industri keuangan syariah tercatat mencapai Rp1.359 T dengan pangsa 8,71% sehingga perlu strategi pengembangan industri keuangan syariah yang stabil dan berdaya saing. Sehingga, masih banyak sekali bidang-bidang keuangan syariah yang belum dikembangkan.

“Perlu ide2 kreatif dan riset dari perguruan tinggi untuk mengembangkan industri keuangan syariah yang aangat dinamis dan tumbuh cepat. OJK sangat mendukung diselenggarakannya FREKS ini,” tutur Hoesen.

Hoesen juga berharap masyarakat tidak terjebak pragmatisme dan cenderung memburu rente ingin mencari keuntungan yang banyak dari industri keuangan syariah ini.

“Ya ini sama saja, kita akan kembali ke konvensional lagi,” tegas Hoesen. (ah)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top