EKONOMI

Harga Bahan Makanan Kerek Inflasi DIY

pasar-beringharjo-inflasi-diy

MALIOBORO – Hujan yang terus terjadi selama bulan November membuat sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga. Akibatnya, berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan BPS pada bulan November 2017, di Kota Yogyakarta terjadi inflasi 0,20 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 126,98 pada Oktober 2017 menjadi 127,21 pada November 2017.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, JB Priyono mengatakan, tingkat inflasi tahun kalender (November 2017 terhadap Desember 2016) sebesar 3,25 persen dan tingkat inflasi dari tahun ke tahun (November 2017 terhadap November 2016) sebesar 3,60 persen. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks enam kelompok pengeluaran.

“kelompok bahan makanan, makanan jadi, perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar, sandang kelompok kelompok pendidikan, rekreasi, olah raga dan kelompok transfor seperti komunikasi dan jasa keuangan ikut naik,” tuturnya.

Pihaknya mencatat, kelompok bahan makanan naik 0,58 persen dan kelompok makanan jadi naik 0,03 persen. Sementara kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,20 persen. Kelompok sandang naik 0,18 persen dan kelompok kesehatan naik 0,07 persen sementara kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga naik 0,01 persen. Dan kelompok tranfor komunikasi dan jasa keuangan naik 0,11 persen.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Bulan November 2017 sehingga memberikan andil terjadinya inflasi di antaranya bawang merah naik 17,14 persen dengan memberikan andil 0,05 persen. Beras, telur ayam ras dan pasir naik
0,80 persen, 4,91 persen, dan 3,38 persen dengan masing -masing memberikan andil 0,03 persen

Sementara cabai merah, brokoli dan daging ayam ras naik 15,79 persen, 25,59 persen, dan 1,77 persen dengan memberikan andil masing-masing 0,02 persen; cabai rawit, kayu balokan, pemeliharaan/servis motor, daun melinjo , bensin dan lele naik 20,03 persen, 2,09 persen, 28,13 persen, 0,18 pesen dan 2,24 persen dengan masing-masing memberikan andil 0,01 persen.

(erfanto linangkung)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top