HEADLINE

Ini Alasan Kenapa Transaksi Non Tunai Mahal

Maliboro - Bank Indonesia E-Money

MALIOBORO – Laju penggunaan uang elektronik (e money) di Indonesia terbilang masih rendah jika dibandingkan dengan negara lain. Saat ini, transaksi keuangan di Indonesia masih didominasi oleh transaksi tunai ketimbang nontunai.

Otoritas Pembayaran, yaitu Bank Indonesia mencatat jumlah transaksi non tunai di Indonesia baru sekitar 10%. Padahal jika dibandingkan dengan China, Brasil ataupun Jepang transaksi nontunainya sudah mencapai 20%. Sementara di Korea Selatan, Jerman ataupun AS sudah sekitar 50% dari transaksi menggunakan transaksi nontunai.

Direktur Eksekutif Pusat Program Transformasi BI Program Sistem Pembayaran, Ari Bowo menjelaskan, transaksi nontunai bisa dikategorikan dalam dua hal. Transaksi nontunai dengan nilai besar ada dalam sistem kliring dan sistem ini sudah berlangsung lama. Sementara saat ini, sudah mulai berkembang ssistem pembayaran ritel yaitu nilainya kecil-kecil.

“Ke depan banyak transaksi ritel dengan menggunakan kartu, namun sekarang itu masih rendah,” paparnya

Rendahnya aksesibilitas transaksi nontunai di Indonesia karena berbagai hal. Akibatnya, infrastruktur masih terfragmentasi atau terkotak-kotak hanya satu penerbit kartu nontunai saja. Tentu ini berdampak pada rendahnya sharing infrastruktur, interkoneksi terbatas hanya pada satu jenis penerbit saja.

Hal ini sebenarnya membebani perbankan dan industri, terlihat dari banyaknya Electronic Data Capture (EDC) dalam satu merchant tetapi tidak bisa saling memproses. Tentu saja kondisi ini akan menimbulkan inefisiensi transaksi.

Kondisi tersebut berdampak pada fee biaya transaksi di Indonesia sangat tinggi yaitu sebesar 1,6-2,2%. Padahal di negara lain hanya berkisar pada angka 0,2% hingga 1%. Tingginya biaya transaksi tersebut biasanya dibebankan kepada merchant-merchant yang telah bekerja sama.

“Nah karena merchant tidak mau dan akhirnya dibebankan nasabah,” tambahnya.(erfanto linangkung)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top