SAHAM

Ini Kendala Perusahaan Asal DIY Enggan Listing Di Lantai Bursa

MALIOBORO –  Jumlah perusahaan di Yogyakarta saat ini sebenarnya sangat banyak, bahkan ada yang sudah berskala internasional. Hanya saja, sampai saat ini jummlah perusahaan yang sudah listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih sangat minim. PT BEI mencatat baru ada dua perusahaan yang listing di BEI, yaitu PT SInergi Internusa dan juga PT Ayana.

Kepala Perwakilan BEI DIY, Ifan Noor Riza mengakui jika jumlah perusahaan yang listing di lantai bursa masih sangat minim. Ada dua syarat yang harus dipenuhi bagi sebuah perusahaan yang ingin mencatatkan diri ke lantai bursa. Dua syarat tersebut adalah harus berbadan hukum Perseroan Terbatas (PT) dan nettangible asetnya harus minimal senilai Rp 5 miliar.

Irfan mengungkapkan, sebenarnya perusahaan di Jogja ini didominasi oleh UMKM. Walaupun UMKM, namun jika syarat minimal aset itu senilai Rp 5 miliar sebenarnya banyak perusahaan yang bisa memenuhinya. Namun pada saat harus berbadan hukum PT, maka tidak banyak perusahaan yang bisa memenuhinya.

“Saat ini masih banyak perusahaan atau UMKM yang berbadan hukum CV ataupun UD,”terangnya.

Banyak perusahaan UKMK yang berdiri di DIY beroperasi berdasarkan perusahaan keluarga. Hal ini menunjukkan perusahaan di Yogyakarta belum mau terbuka. Ketika berbicara IPO atau go publik dengan mencatatkan diri ke PT BEI, maka perusahaan ini harus terbuka ke publik. Rata-rata perusahaan di Yogyakarta masih enggan terbuka kepada masyarakat dan berbagi melalui IPO ini.

Oleh karena itu, pihaknya terus berusaha mencari penyebab ataupun kendala perusahaan di DIY enggan mencatatkan diri di lantai bursa. Ke depan, PT BEI akan mengeluarkan lagi satu papan yaitu papan akselerasi. Di papan akselerasi ini, nanti syarat yang harus dipenuhi oleh perusahaan yang ingin mencatatkan diri di lantai bursa akan lebih dipermudah.

“Harapannya akan lebih banyak lagi perusahaan yang listing di BEI,”tambahnya.

Ketika berbicara di DIY, lanjut Irfan, semua UMKM sebenarnya bisa minimal mencatatkan diri di lantai bursa. Sehingga dengan papan akselerasi tersebut akan semakin banyak perusahaan dari DIY yang mencatatkan diri di lantai bursa. Dan tahun 2019 mendatang, ada beberapa perusahaan di DIY yang akan listing di lantai bursa.

Pada saat itu, Irfan berharap langkah listing beberapa perusahaan dari DIY tersebut perlahan-lahan akan diikuti oleh perusahaan-perusahaan yang lain. setelah itu, nanti pihaknya mendorong masyarakat DIY untuk tertarik menjadi investor bagi perusahaan dari daerah mereka tersebut. (erf)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top