OJK

Kinerja Fintech Terus Bertumbuh

Fintech terus bertumbuh

MALIOBORO.NEWS, Yogyakarta, – Perusahaan Pear to pear landing atau pembiayaan secara gotong royong, belakangan terus menunjukkan eksistensi mereka menjadi lembaga alternatif pembiayaan unit usaha yang ada di Indonesia. Perusahaan yang sering disebut sebagai Financial Technologi ini mulai menunjukkan peran mereka dalam perekonomian bangsa.

Otortitas Jasa Keuangan (OJK) mencatat terjadi pertumbuhan baik dari sisi nasabahnya ataupun juga landernya. Ke depan, OJK yakin industri memiliki prospek semakin berkembang mengingat tren masyarakat yang mulai berubah di mana semuanya ingin serba cepat dan instan.

Kepala Bagian Pengawasan IKNB Pasar Modal dan Efek Kantor OJK Pusat, Noor Hafid mengungkapkan, hingga akhir tahun 2018 lalu, OJK mencatat pertumbuhan outstanding fintech di Indonesia mencapai 797,56 persen dibanding dengan akhir tahun 2017 lalu. Hal ini menunjukkan respon masyarakat terhadap alternatif pembiayaan ini sangat bagus.

Dalam catatan OJK, outstanding Fintech akhir tahun 2017 lalu hanya Rp 2,185 triliun. Dan di akhir tahun 2018 lalu, nilai outstanding Fintech di Indonesia telah mencapai Rp 19,167 triliun. Jumlah tersebut meningkat lagi di akhir bulan Januari 2019 lalu di mana outstandingnya telah mencapai angka sekitar Rp 22,572 triliun.

“Selama sebulan saja sudah naik 14 persen. Ini sudah semacam fenomena,”paparnya saat menjadi pembicara dalam acara UMKM Go Digital di Hotel Sheraton Yogyakarta.

Baca Juga : OJK HENTIKAN 168 FINTECH ILEGAL DAN 47 ENTITAS INVESTASI ILEGAL

Ia menambahkan, Fintech memang telah berkembang menjadi alternatif pembiayaan bagi kalangan usaha yang belum bankable. Bahkan jumlah debitur atau peminjamnya telah mencapai 5.160.120 orang. Jumlah tersebut menunjukkan peningkatan 18,37 persen dibanding dengan tahun sebelumnya.

Di sisi lain, peminat untuk menjadi lender atau peminjam dana Fintech di Indonesia juga cukup bagus. OJK mencatat pertumbuhan jumlah lender hingga akhir Januari 2019 telah mencapai 28,91 persen. Hingga akhir bulan Januari 2019 lalu jumlah Lender mencapai 267.496 orang.

Di satu sisi, meskipun mengutamakan kecepatan dalam memberikan pembiayaan namun perusahaan-perusahaan Fintech ini masih bisa menjaga performance kredit mereka. OJK mencatat non performance loan (NPL) pear to pear lending ada sekitar 1,45 persen di akhir Desember 2018 dan 1,68 persen di akhir Januari 2019 lalu.

Karena pertumbuhan yang cukup pesat ini pula, ia berpesan agar kalangan industri keuangan lainnya juga harus berbenah. Kalangan perbankan juga harus berusaha melakukan inovasi layanan berbasis tehnologi. (erl)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top