FOTOGRAFI

Komunitas Foto FKIJK DIY Adakan Workshop Fotografi

Komunitas Foto

MALIOBORO.NEWS – Komunitas Foto FKIJK DIY mengadakan workshop fotografi pada hari Sabtu, 16 Februari 2019. Bertempat di The Gade Coffee and Gold, acara dimulai pukul 16.15 WIB dan berakhir pukul 18.00 WIB. Sebagai pemateri ialah Misbachul Munir, fotografer professional asal Yogyakarta.

Workshop Komunitas Foto FKIJK DIY diadakan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan skill anggota Komunitas Foto. Workshop dibuka oleh ketua Komunitas Foto FKIJK DIY, Susidarto Hartosumaryo. Susidarto dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada pembicara dan para peserta yang hadir, workshop kali ini diharapkan ada interaksi antara pembicara dan peserta.

“Ayo bapak ibu, jika ada pertanyaan langsung tanyakan saya, kita cecar pembicara” ujar Susidarto diikuti tawa para peserta. Susidarto juga menyampaikan terimaksih kepada OJK DIY yang telah memfasilitasi acara workshop fotografi ini.

Turut hadir dalam workshop perwakilan dari OJK DIY, Mochamad Bakri. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan terimakasih kepada Misbachul Munir selaku pembicara.

“Terimakasih saya ucapkan kepada Mas Munir yang berkenan mengisi workshop kali ini, semoga para peserta dapat meningkatkan skill dalam fotografi” ujar Bakri. Selain komunitas foto, FKIJK DIY juga membentuk komunitas sepeda, diharapkan ada sinergi dan kerjasama antar kedua komunitas.

Workshop Komunitas Foto FKIJK DIY mengambil tema “Why My Picture is (always) Bad?”. Misbachul Munir dalam paparannya menjelaskan banyak faktor yang menyebabkan foto seseorang tergolong jelek, diantaranya adalah tidak memperhatikan komponen foto, tidak pernah merubah prespektif/ view foto, tidak pernah belajar dari fotografer lain. Faktor penting lain yang menentukan hasil jepretan seseorang adalah level fotografer itu sendiri. Munir mengklasifikasikan level Fotografer dalam 4 level.

Pertama Level 4, level ini adalah level terendah dari seorang fotografer, yaitu ketika seseorang sudah paham tentang ISO, Shutter Speed, dan Diafragma. Level 3 adalah ketika seseorang sudah mampu menentukan posisi yang tepat untuk setiap jepretannya. Kemudian level 2 adalah ketika fotografer mampu menentukan komposisi yang benar untuk foto yang akan diambil. Level tertinggi adalah level 1, dimana pada level ini seorang fotografer telah mampu menemukan momen yang pas untuk diabadikan menjadi sebuah foto.

Para peserta workshop fotografi menyambut positif workshop yang diadakan, mereka mengatakan workshop tersebut sangat menarik dan mudah dipahami. Hal ini disampaikan oleh salah satu peserta, Esty Suryandari.

“Suka sekali, workshop kemarin menarik, mudah dimengerti, dan perlu diadakan workshop lagi agar tambah mahir” ujar Esty.

Adanya respon positif dari peserta diharapkan dapat menjadi pemicu bagi Komunitas Foto FKIJK DIY untuk terus mengadakan workshop fotografi dengan tema yang berbeda mulai dari foto fashion, foto budaya, foto human interst, hingga bagaimana cara untuk mengkomersialkan hasil foto yang kita abadikan, seperti yang sudah dilakukan pembicara, Misbachul Munir. (Zpp)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top