OJK

OJK Akan Batasi Pemasaran dan Investasi Produk Asuransi Unitlink

MALIOBORO.NEWS – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana menerbitkan aturan terkait batas investasi produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unitlink. Saat ini aturan tersebut sedang dimatangkan dan diharapkan bisa selesai pada kuartal dua 2021.

Melalui pembatasan tersebut, perusahaan tidak menanggung risiko yang lebih besar. Misalnya saja, ada perusahaan asuransi investasi pada grup terafiliasi yang melebihi batas. Namun batasan tersebut tidak dihitung dengan aset yang sudah diakui atau tercatat.

Ahmad menjelaskan produk investasi unitlink memiliki 2 komponen dalam preminya yaitu asuransi dan investasi. Hal ini pula menurut dia yang menjadi penyebab produk ini kian digemari masyarakat.

Selain itu, produk ini juga memiliki karakteristik bahwa keuntungan maupun kerugian investasi sepenuhnya ditanggung nasabah karena adanya konsen terhadap profil risiko. Namun, hingga saat ini belum ada pengaturan terkait hal tersebut.

Oleh sebab itu OJK menilai perlu dibuatnya pengaturan yang lebih rinci bagi pengelolaan investasi unitlink oleh perusahaan.

Sebelumnya, ketentuan sudah diatur dalam produk tradisional kemudian diberlakukan pada unitlink. Selain investasi yang ditanggung perseroan, OJK kali ini juga mengatur tentang investasi yang ditanggung peserta.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), menyatakan telah menerima sejumlah poin terhadap rancangan aturan untuk unitlink.

Dia menyebut draft aturan itu akan mengatur penempatan investasi bagi pihak yang terafiliasi dengan perusahaan paling banyak 10 persen dari aset masing-masing subdana. Kecuali afiliasi yang terjadi karena penyertaan modal pemerintah.

Kemudian penempatan investasi pada satu pihak paling banyak 15 persen dari aset masing-masing subdana, kecuali deposito pada bank umum dan investasi pada suara berharga pemerintah.(rn)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top