Uncategorized

OJK Bentuk Task Force Keuangan Berkelanjutan Sektor Jasa Keuangan

OJK Bentuk Task Force Keuangan Berkelanjutan

MALIOBORO.NEWS, YOGYAKARTA- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membentuk Task Force Keuangan Berkelanjutan di Sektor Jasa Keuangan (SJK). Ini sebagai wujud pengembangan Ekosistem Keuangan Berkelanjutan. juga bentuk komitmen OJK pada upaya mitigasi serta adaptasi perubahan iklim (komitmen Paris Agreement) yang dituangkan dalam Nationally Determined Contribution (NDC).

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam acara Kick Off Meeting Task Force Keuangan Berkelanjutan di Jakarta, Selasa (05/10) menjelaskan bahwa Task Force bertujuan sebagai platform koordinasi yang terintegrasi SJK untuk membangun ekosistem Keuangan Berkelanjutan di Indonesia. Selain itu sebagai keterlibatan OJK dalam berbagai forum internasional.

“OJK melalui Sustainable Finance Roadmap fase kedua ini berharap kepada Sektor Jasa Keuangan untuk bersiap, memahami implikasi terhadap bisnis maupun ekspektasi domestik dan global serta tantangan kebijakan yang harus diterapkan di sektor jasa keuangan,” kata Wimboh.

Sebelumnya OJK telah menerbitkan Roadmap Keuangan Berkelanjutan Tahap I (2015-2019) dan Tahap II (2021-2025) sebagai panduan untuk mempercepat penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola di Indonesia. Roadmap itu berfokus pada penciptaan ekosistem keuangan berkelanjutan secara komprehensif. OJK di sini melibatkan seluruh pihak terkait dan mendorong pengembangan kerja sama dengan pihak lain.

Dalam proses pembentukan Task Force, OJK melibatkan seluruh SJK baik perbankan, pasar modal dan Industri Keuangan Non Bank (IKNB). Hal ini didasari pertimbangan bahwa isu perubahan iklim dan keuangan berkelanjutan (sustainable finance) telah menjadi perhatian global dan nasional.

Task Force Keuangan Berkelanjutan OJK ini juga diharapkan bisa mempercepat respon terhadap berbagai perkembangan isu ini di tingkat internasional. Isu tersebut seperti Konferensi PBB terkait perubahan iklim (COP ke-26) di Glasgow akhir Oktober ini. Semua Negara akan menyampaikan kembali komitmen yang lebih eksplisit untuk mendukung penurunan emisi gas rumah kaca, dan komitmen mendukung pembiayaan hijau.

Direktur Utama Bank Mandiri Dermawan Junaidi menyambut baik inisiatif OJK membentuk task force keuangan berkelanjutan

”Bank Mandiri menyambut baik inisiatif ini. Keharusan juga bagi kita untuk menyesuaikan dengan best practice secara internasional,” katanya.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi menyampaikan apresiasi atas kebijakan dan inisiatif OJK terkait keuangan berkelanjutan.

“Saya mengapresiasi OJK yang telah membuat roadmap keuangan berkelanjutan 2021-2025 fase kedua dan juga inisiatif lainnya melalui penerbitan POJK. Hari ini ditambah pembentukan task force keuangan berkelanjutan,” tutur Inarno Djajadi

Direktur Manajemen Risiko PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Faaris Pranawan juga mengapresiasi upaya OJK dalam pembentukan task force ini.

“Ini menunjukan leadership OJK mendorong pembiayaan berkelanjutan. Ini sangat dibutuhkan, sehingga kedepan kita memiliki bahasa yang sama,” kata Faaris

Untuk memantapkan langkah ke depan, OJK menetapkan empat langkah strategis penerapan prinsip Keuangan Berkelanjutan yang efektif dalam menangani isu-isu terkait iklim, antara lain:

a. Penyelesaian Teknologi Hijau, sebagai pedoman dalam pengembangan produk-produk inovatif dan keuangan berkelanjutan serta sustainable finance disclosure.

b. Mengembangkan kerangka manajemen risiko untuk industri jasa keuangan dan pedoman pengawasan berbasis risiko untuk pengawas dalam rangka menerapkan risiko keuangan terkait iklim.

c. Mengambangkan skema pembiayaan atau pendanaan proyek yang inovatif dan feasible.

d. Meningkatkan awareness dan capacity building untuk seluruh stakeholders. (RH)

Terpopuler

To Top