Business

OJK Dorong Perbankan Berikan Fasilitas Resi Gudang Petani dan Korporasi Pertanian

Ketua-Dewan-Komisioner-OJK-meninjau-pelaksanaan-program-KUR-Klaster-Pertanian-Padi.jpeg

Ketua-Dewan-Komisioner-OJK-meninjau-pelaksanaan-program-KUR-Klaster-Pertanian-Padi.jpeg

MALIOBORO.NEWS, YOGYAKARTA — OJK mendorong perbankan untuk memberikan fasilitas pembiayaan resi gudang ke petani serta mendukung korporatisasi pertanian dari agro culture menjadi agrobisnis. Hal tersebut diwujudkan dalam bentuk klaster pertanian, sehingga dapat mewujudkan ekosistem pertanian yang terkonsolidasi dengan baik. Klaster ini diharapkan dapat mempermudah proses pengajuan, pencairan dan penjamin kredit serta pemasaran produk pertanian.

Kamis (30/09), Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso meninjau pelaksanaan program KUR Klaster Pertanian Padi di Desa Brujul, Kabupaten Karanganyar. Turut hadir Bupati Karanganyar Juliyatmono, Kepala Perwakilan BI Solo Nugroho Joko Prastowo, serta Direktur Mikro dan UMKM PT Bank Rakyat Indonesia Supari. Kunjungan ini dilakukan untuk mewujudkan pembentukan ekosistem pertanian yang terintegrasi, peningkatan akses keuangan masyarakat, dan penyaluran KUR pada sektor pertanian.

Wimboh mengatakan, akses keuangan masyarakat yang didukung oleh penguatan ekonomi daerah menjadi hal penting dalam percepatan pemulihan ekonomi nasional.

“OJK berharap, ekosistem KUR Klaster dapat terus berkembang, sehingga bisa andil dalam meningkatkan akses keuangan masyarakat. Hal ini juga untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat dan mempercepat pemulihan ekonomi nasional,” pungkas Wimboh.

Dalam kesempatan ini, Wimboh juga berdialog dengan perwakilan Gapoktan serta Koperasi Bumi Intan Pari untuk mendengar perkembangan dan kendala pada implementasi kebijakan stimulus yang dikeluarkan OJK dan Pemerintah.

Perwakilan Gapoktan berharap petani dapat memperoleh kestabilan harga serta adanya pembatasan impor serta kemudahan akses pembiayaan khususnya dari perbankan.

Hingga kini, KUR Klaster pertanian telah berjalan di beberapa daerah untuk menciptakan ekosistem yang membantu petani memperoleh dukungan pembiayaan, pendampingan, dan pemasaran hasil taninya.

Ekosistem KUR Klaster tersebut diharapkan dapat membantu petani yang tergabung dalam 25 Gapoktan untuk terus menjalankan usahanya. Juga untuk membantu Koperasi Bumi Intan Pari bekerja sama dengan offtaker lain dalam memberikan fasilitas untuk mendukung pengolahan hasil padi.

Diberikan juga bantuan berupa pendukung pertanian sebagai pelengkap alat Testing Grader kepada Koperasi Bumi Intan Pari serta alat pengukur kadar air gabah dan beras kepada 4 Gapoktan.(nil)

sumber: @ojkindonesia

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top