OJK

OJK Terbuka Dengan Pemodal Asing Yang Dirikan Bank Digital di Indonesia

MALIOBORO.NEWS, Yogyakarta- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terbuka dengan investor asing yang ingin masuk ke industri bank digital di Indonesia. Investor tersebut bisa masuk dengan mendirikan bank baru atau mengakusisi bank yang sudah ada dengan seluruh ekosistemnya kemudian dikonversi menjadi bank digital.

Namun, persyaratan yang diberikan bagi investor asing mengembangkan bank digital di Indonesia tidak mudah. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana mengatakan, selain syarat modal untuk mendirikan bank digital baru sebesar Rp 10 triliun, investor yang mau masuk lulus uji kelayakan dari OJK.

“Kita menyambut baik jika ada pihak lain (asing) dalam tanda kutip ingin berkontribusi dalam perbankan nasional kita. Tetapi persyaratanya banyak, tidak semudah yang kita bayangkan hanya memenuhi ketentuan modal saja,” kata Heru.

Lebih lanjut, Heru mengatakan, ada tiga syarat lagi yang harus dipenuhi investor asing tersebut. Pertama, memiliki kelayakan keuangan. Investor tersebut harus mampu setiap saat melakukan penambahan modal jika seadainya terjadi masalah di banknya ke depannya.

Kedua, pemilik bank tersebut harus memiliki integritas. Heru bilang, jika investor tersebut terdeksi pernah melakukan kejahatan perbankan di negara lain maka tidak akan pernah diizinkan masuk ke perbankan nasional. “OJK pasti bisa mendeteksi track record mereka di negara lain di ujung maana pun itu. Karena kita punya sarana komunikasi yang baik dengan otoritas di negara-negara lain,” jelasnya.

Ketiga, memiliki visi misi dalam mengembangkan bank di Indonesia. Investor tersebut harus memiliki visi dan misi yang cukup baik bagaimana mengembangkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan bagaimana mereka berkontribusi terhadap perekonomian nasional.

Jika hanya bertujuan ingin mengambil ceruk pasar di Indonesia dan kemudian hasilnya dibawah keluar maka izin tidak akan pernah diberikan OJK.”Jangan sampai mereka masuk tanpa ada visi dan misi bagaimana berkontribusi ke ekonomi nasional. Kemudian IPO dan sahamnya turun jadi 50 perak. OJK tidak terjadi seperti itu,” kata Heru. (wd)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top