Uncategorized

Pasar Modal Indonesia Bantu Keluarga Nakes Korban COVID-19 168 Juta

Pasar modal peeduli Yogyakarta

Pasar modal peeduli Yogyakarta

MALIOBORO.NEWS-Yogyakarta, Sebagai bentuk kepedulian dan rasa kemanusiaan kepada tenaga kesehatan yang meninggal akibat COVID-19, Pasar Modal Indonesia menyerahkan santunan kepada 14 keluarga atau ahli waris tenaga kesehatan di Yogyakrta.

Penyerahan santunan dilaksanakan dikantor OJK, Jl Jenderal Sudirman No. 32 Yogyakarta dibarengi acata ngopi bareng dengan wartawan DIY. Acara ini diadakan bersamaan dengan peringatan Diaktifkannya Kembali Pasar Modal yang ke-44. (22/10)

Santunan senilai 168 Juta diserahkan kepada Noviati Diah Ayu, perwakilan Nakes Yogyakarta. Santunan diserahkan oleh Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi dan didampingi oleh Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Pasar Modal, Ir. Hoesen M.M, Direktur KSEI Syafruddin, Direktur KPEI Iding Pardi, Kepala OJK Regional 3 Jateng dan DIY Aman Santosa, dan Kepala OJK DIY Parjiman.

“Terdapat 638 tenaga kesehatan yang menjadi korban meninggal dunia akibat COVID-19. Semoga santunan bermanfaat untuk ahli waris,” ujar Inarno Djayadi

Ia sangat prihatin dengan banyak tenaga kesehatan yang gugur. Inarno berpesan kepada masyarakat untuk meneladani tenaga kesehatan, atas perjuangan, cinta dan rasa kemanusiaan yang besar.

Ir, Hoesen M.M Anggota Dewan Komisioner OJK bidang Pasar Modal juga memyampaikan keprihatinannya dengan nakes korban COVID-19. Ia mengapresiasi keikhlasan tenaga kesehatan. Hoesen berharap perjuangan nakes untuk Yogyakarta dan seluruh Masyarakat Indonesia memperoleh hasil yang baik.

Disisi ngopi bareng wartawan DIY, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap pinjaman online/Pinjol Ilegal.

OJK terus lakukan penertiban untuk memberantas Pinjol ilegal. Bekerja sama dengan Polda DIY, OJK lakukan upaya untuk menertibkan pinjaman online, terutama yang ilegal.

Terdapat 3.300 website pinjol Ilegal yang sudah ditutup OJK.

“Kami butuh bekerjab sama dengan para stakeholder, terutama media yang menjadi sarana paling banyak digunakan saat ini” ujar Hoesen

Selain itu, Kustodian Sentral Efek Indonesia KSEI menyebutkan data aset yang dikelolanya. Sejak pandemi 2020, saham yang diperdagangkan meningkat 23,41℅ menjadi 5.418 triliun. Aset kelola asing dan lokal juga mengalami peningkatan signifikan. Aset lokal naik 57,43% yang sebelumnya hanya 42,75%. Total kepemilikan naik 3.700 triliun menjadi 8.166 sejak 2019.

“Kami berharap agar tren kedepan semakin meningkat lagi,” ucap Iding Pardi.(kun)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top