Uncategorized

Pensiun itu Pasti, Bahagia itu Pilihan

Pensiun itu Pasti, Bahagia itu Pilihan

MALIOBORO.NEWS, Yogyakarta – Forum Komunikasi Jasa Keuangan (FK-IJK DIY) selenggarakan bincang keuangan mingguan bersama Dede Haris Sumarno dan Sri Wulan Puspowardani dari ADPI Komda V pada (1/4) melalui SmartFM.

Ketika di usia produktif dan bekerja memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bagi yang bekerja pada sebuah pemberi kerja (perusahaan, lembaga pendidikan, dll) umumnya menerima penghasilan secara rutin setiap bulan.

Ketika mencapai usia pensiun, sebagian dari kita masih menerima penghasilan seraca rutin dari pemberi kerja berupa uang pensiun.

Individu maupun kelompok pekerja dapat mengikuti program pensiun. Dana pensiun adalah lembaga keuangan nonbank yang menyelenggarakan program pensiun. Dana pensiun merupakan badan hukum dengan manajemen, kegiatan operasional dan kekayaan yang terpisah dari pendirinya.

Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) adalah dana pensiun yang didirikan oleh pemberi kerja bagi sebagian atau seluruh karyawannya. Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) adalah dana pensiun yang didirikan oleh bank atau perusahaan asuransi jiwa bagi masyarakat umum, baik karyawan maupun pekerja mandiri.

Kita membutuhkan penghasilan untuk menghidupi diri kita dan kebutuhan tersebut tidak berhenti meskipun kita sudah tidak lagi produktif bekerja. Agar pemenuhan kebutuhan hidup kita tetap terjamin hingga masa purna bakti, kita perlu melakukan persiapan sedini mungkin.

Ada banyak cara untuk mempersiapkan kesinambungan penghasilan di hari tua. Mengikuti program pensiun adalah salah satu cara terbaik untuk mempersiapkan kesejahteraan di hari tua. Program tersebut didesain untuk menyediakan manfaat pensiun bagi pesertanya.

Dengan mengikuti program pensiun kita dididik untuk menabung sehingga saat kita sudah tidak produktif lagi, kita masih menerima penghasilan untuk menopang hidup kita.

“Persiapan pensiun yang paling mendekati yaitu lima tahun sebelum pensiun sudah siap secara materi, mental, dan spiritual. Ambisi dalam berkarir juga harus sudah dikurangi agar pada saat pensiun siap menjalani dengan tenang,” tutur Sri Wulan.

Dede Haris juga menambahkan, sebagai insan yang beragama, kita harus meyakini bahwa semua yang ada saat ini adalah titipan. Jadi, ketika masa pensiun tiba, tidak merasa kehilangan berlebihan terhadap berbagai fasilitas yang selama ini melekat dengan jabatan yang diemban. Selain itu, senantiasa mensyukuri apa yang dianugerahkan Allah SWT merupakan jalan terbaik untuk meraih kebahagiaan pada masa pensiun.(rn)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top