Berita Terkini

HEADLINE
March 30, 2020

Ini Cara Pengajuan Keringanan Kredit Debitur Terdampak Covid-19

BPR
March 29, 2020

BPR Se-DIY Siap Restrukturisasi Kredit Debitur Terdampak COVID-19

HEADLINE
March 28, 2020

Ini yang Perlu Dilakukan untuk Tetap Produktif Saat Bekerja dari Rumah

SAHAM
March 27, 2020

IHSG Ngebut 7,9% di Awal Perdagangan Jumat (27/3)

HEADLINE
March 26, 2020

Kepala OJK DIY: Nasabah Terdampak COVID-19 Bisa Ajukan Relaksasi dan Restrukturisasi Kredit

HEADLINE
March 18, 2020

Himbauan OJK Untuk Industri Jasa Keuangan Dalam Meminimalisir Penyebaran Covid-19

PERBANKAN
March 16, 2020

Kinerja 2019 Moncer, Bank Syariah MCI Paparkan Rencana Kerja 2020

HEADLINE
March 13, 2020

Jaga Pasar Agar Kondusif, BEI Umumkan Bekukan Perdagangan Sementara

PERBANKAN
February 23, 2020

Nasabah Bank BPD DIY asal Bantul Raih Honda CRV

ASURANSI
February 4, 2020

Sri Sultan: Masyarakat DIY Butuh Asuransi Jiwa Secara Berkelompok

HEADLINE
February 3, 2020

Wimboh Lantik Parjiman sebagai Kepala OJK DIY yang Baru

HEADLINE
January 24, 2020

Kick Off Meeting 2020, Bank Syariah BDS Hadiahkan 2 Tiket Haji Untuk Karyawan

HEADLINE
January 23, 2020

Perpisahan Hangat FK-IJK DIY dengan Kepala OJK DIY

HEADLINE
January 23, 2020

DPD Perbarindo DIY Bagi-bagi Hadiah Tabungan Tamasya Plus Periode 32

ASURANSI
January 8, 2020

Asuransi Sinar Mas Serahkan Asuransi Mikro dan Celengan Impian bagi 6.705 Pegiat UMKM di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah

HEADLINE
January 2, 2020

Perdagangan Bursa 2020 Dibuka Jokowi, OJK Dorong Pasar Modal Transparan dan Kredibel

HEADLINE
December 23, 2019

Anti Mainstream! Bukan Uang atau Perhiasan Pasangan di Klaten Menikah dengan Mahar Ini

HEADLINE
December 12, 2019

Program Kredit Merapi “Meraih Mimpi” Diluncurkan Perbarindo DIY

EKONOMI
December 12, 2019

DIY Akan Lakukan Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor

PERBANKAN
December 12, 2019

Bank BPD DIY Undi Masyarakat Yang Bayar Pajak Kendaraan Lewat E-Samsat

Perdagangan Bursa 2020 Dibuka Jokowi, OJK Dorong Pasar Modal Transparan dan Kredibel

MALIOBORO.NEWS – Otoritas Jasa Keuangan akan terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mewujudkan industri pasar modal yang berdaya tahan, efisien, transparan dan kredibel melalui berbagai kebijakan strategis pengembangan pasar modal. Hal ini disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso pada pembukaan perdagangan saham di tahun 2020 di Bursa Efek Indonesia, Kamis (02/1). Pembukaan perdagangan saham di tahun 2020 dilakukan oleh Presiden Joko Widodo didampingi sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju, Anggota Dewan Komisioner OJK dan pelaku Pasar Modal.

Wimboh menjelaskan empat fokus kebijakan di Pasar Modal yaitu pertama, peningkatan pelaksanaan governance yang lebih baik yang akan dapat memperkokoh kepercayaan investor dan pelaku pasar terhadap pasar modal Indonesia.

Kedua, meningkatkan peran pasar modal dalam pembiayaan berbagai proyek di sektor-sektor strategis Pemerintah, di antaranya melalui pemberian berbagai insentif kepada para emiten yang bergerak pada pengembangan sektor-sektor strategis Pemerintah dan yang mengedepankan aspek ramah lingkungan.

Ketiga, meningkatkan jumlah emiten UMKM, melalui penyederhanaan aturan penawaran umum dan kewajiban transparansi bagi UMKM maupun peningkatan peran perusahaan efek daerah, dan keempat, membangun ekosistem pasar modal yang lebih dalam.

Pengembangan ekosistem pasar modal dilakukan dengan antara lain melanjutkan pengembangan central counterparty clearing (CCP), memperluas instrumen pasar modal, yang bersifat konvensional, syariah maupun berwawasan lingkungan, seperti project crowdfunding, obligasi daerah, blended finance dan juga project bonds.


Presiden Jokowi dalam sambutannya mengapresiasi kinerja bursa saham Indonesia yang terus meningkat dari tahun ke tahun sehingga harus dijaga kepercayaan investor terutama dari praktek-praktek manipulasi harga yang merugikan.

“Perlindungan kepada investor harus ditingkatkan, fraud harus ditindas, ciptakan sistem investasi yang transparan dan valid. Harus membangun ekosistem yang baik karena penting menjaga kepercayaan masyarakat,” kata Presiden.

Presiden juga meminta agar tahun 2020 menjadi momentum bagi OJK dan BEI sebagai tahun pembersihan pasar modal dari para manipulator bursa saham.

OJK mencatat pada 2019, meski ekonomi Indonesia terdampak pelambatan ekonomi dunia yang mengakibatkan laju investasi dan ekspansi di sektor riil melemah, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih bisa tumbuh di atas 5 persen dengan tingkat inflasi terkendali dan stabilitas sektor jasa keuangan yang masih terjaga.

Di pasar modal, IHSG pada 2019 masih mencatatkan pertumbuhan yang positif, yaitu 1,70%, ditutup di level 6.299,5. Net buy investor asing di pasar saham mengalami peningkatan yang begitu signifikan, dari mencatatkan net sell Rp50,7 triliun di tahun 2018 menjadi net buy Rp49,2 T di tahun 2019.

Aktivitas penghimpunan dana melalui penawaran umum di pasar modal tahun 2019 lalu juga terbilang baik, yaitu sebesar Rp166,8 triliun dengan 60 emiten baru dan 3 equity crowdfunding, atau meningkat dibanding posisi 2018 Rp166,1 triliun dengan 62 emiten baru

“Ini menandakan masih tingginya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia. Tingginya market confidence ini juga diperkuat oleh hasil survey yang dilakukan oleh Bloomberg terhadap 57 global investors dan traders yang menempatkan Indonesia di ranking tertinggi di antara negara-negara emerging market untuk tujuan investasi di instrumen saham dan surat utang,” pungkas Wimboh. (ah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *