HEADLINE

Pertamina Tambah Supply Point Baru

pertamina_tambah_supply_point_baru_cilacap

MALIOBORO – Pertamina Refinery Unit IV Cilacap akhirnya mampu memproduksi Dexlite. Dengan adanya supply point baru Dexlite yaitu RU IV Cilacap, pemenuhan kebutuhan konsumen dengan bahan bakar yang lebih bersih dan ramah lingkungan untuk pengguna kendaraan mesin diesel mampu dipenuhi.

General Manager Marketing Operation Region IV, Ibnu Chouldum mengatakan dengan adanya supply point baru Dexlite yaitu RU IV Cilacap, pemenuhan kebutuhan konsumen dengan bahan bakar yang lebih bersih dan ramah lingkungan untuk pengguna kendaraan mesin diesel mampu dipenuhi. Belakangan, konsumsi bahan bakar jenis ini semakin meningkat.

“Dexlite merupakan produk yang memang disasar untuk para pengguna mobil kendaraan diesel khususnya kendaraan mesin diesel dengan teknologi common rail dan teknologi canggih lainnya yang sedang tinggi. Makin canggihnya mesin kendaraan, maka diperlukan bahan bakar diesel yang memiliki angka Cetane Number lebih tinggi dan lebih bersih sehingga dapat membuat mesin dan gas buang kendaraan lebih bersih,” kata Ibnu.

Ibnu menambahkan dalam memastikan pasokan Dexlite di Jawa Tengah dan DIY, sebelum RU IV Cilacap memproduksi Dexlite, supply point sebelumnya dipasok dari RU VI Balongan. Supply Dexlite di Jawa Tengah sebelum adanya produksi dari RU IV Cilacap dipasok dari RU VI Balongan dengan menggunakan kapal tanker ke TBBM Semarang Group (Pengapon) untuk memenuhi permintaan masyarakat di wilayah Utara Jawa Bagian Tengah.

Sedangkan untuk wilayah Selatan Jawa Bagian Tengah, Dexlite dipasok dengan menggunakan Mobil Tangki dari TBBM Semarang Group (Pengapon) ke TBBM Rewulu.

General Manager RU IV Pertamina Cilacap, Dadi Sugiana mengatakan, Pertamina Cilacap telah berhasil memproduksi bahan bakar minyak diesel dengan kandungan Sulfur yang lebih rendah, yaitu maksimal 1200 ppm dibanding solar reguler yang saat ini beredar sebesar 2500 ppm. Pada tahap ini, Kilang Cilacap mampu memproduksi Dexlite hingga 6000 kL atau 41 ribu barrel per bulan, dan masih dapat dioptimalkan lagi.

” Dexlite memiliki kualitas yang lebih bagus dengan Cetane Number sebesar min 51 dibandingkan produk solar reguler dengan Cetane Number min 48,” paparnya.

Produk Dexlite yang diolah di Refinery Unit IV ini mengacu pada SK Dirjen Migas No. 3675.K/24/DJM/2006 tanggal 17 Maret 2006 tentang Standar & Mutu (Spesifikasi) Bahan Bakar Minyak Jenis Minyak Solar yang Dipasarkan di Dalam Negeri dan Surat Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi No. 4769/10/DJM.T/2012 tanggal 22 Maret 2012 perihal Dispensasi Penyesuaian Spesifikasi Bahan Bakar Minyak Jenis Bensin dan Minyak Solar.

Produk Dexlite diproduksi di kilang Fuel Oil Complex I, unit Hydro Desulfurization Unit dengan kapasitas 2300 ton/day dengan proses penghilangan sulfur, yang menghasilkan Desulfurized Light Gas Oil (DLGO). Kemudian, produk DLGO di-blending dengan produk Solar Reguler, dengan spesifikasi kandungan sulfur sebesar 1200 ppm dan Cetane Number sebesar min 51.

“Beberapa keunggulan produk Dexlite antara lain memiliki kemampuan pembakaran yang lebih baik yang membuat penggunaan bahan bakar lebih efisien, serta membuat performa kendaraan menjadi lebih baik, bertenaga, dan menjaga mesin dengan kandungan sulfur yang lebih rendah, yaitu 1200 ppm sehingga lebih ramah lingkungan dan dapat memenuhi undang-undang terkait standar & mutu bbm dari pemerintah yang sudah ditentukan,” tambah Dadi. (Erfanto linangkung)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top