PEGADAIAN

PT Pegadaian Resmikan The Gade Village Di Magelang

MALIOBORO – Kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meresmikan Balai Perekonomian Desa (Balkondes) bersamaan dengan peresmian Balkondes milik PT Pegadaian Persero Tbk di Desa Ngargogondo, Borobudur, Magelang. Balkondes ini digadang-gadang sebagai pilot project kolaborasi antara BUMN dengan masyarakat sekitar.

Direktur Utama PT Pegadaian, Sunarso mengungkapkan pembangunan Balkondes mikik PT Pegadaian yang mereka namakan The Gade Village hanya berlangsung cukup singkat. Sebab, 8 homestay, dua buah pendopo, panggung terbuka hingga berbagai fasilitas sekelas hotel bintang lima dibangun hanya dalam waktu 2 bulan.

“Pembangunannya dimulai bulan Juli 2018 lalu. Kami targetkan dua bulan selesai karena pekan depan sudah ada konggres perempuan dunia dilaksanakan di DIY, dan salah satu kegiatannya nanti akan dilaksanakan di Balkondes-balkondes di Borobudur,”terangnya.

Staf Khusus Menteri BUMN, Judith Jubiliana Navarro Dipodiputro mengatakan, Balkondes merupakan interpretasi implementasi BUMN hadir untuk negeri. Balkondes diproyeksikan menjadi pusat kegiatan perekonomian desa. Balkondes yang dibangun oleh BUMN tersebut selanjutnya akan diserahkan kepada desa dan pengelolaannya dilaksanakan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Melalui supervisi BUMN Patrajasa, Balkondes akan beroperasi mengelola beberapa homestay. Di area Balkondes juga dilengkapi dengan joglo yang berfungsi untuk tempat pertemuan warga di samping juga panggung terbuka. Selain itu juga ada beberapa titik yang bisa dimanfaatkan untuk memajang produk-produk lokal.

“Balkondes awalnya hanya ada di seputaran Candi Borobudur. Tetapi konsep Balkondes sebenarnya juga mulai kita terapkan di tempat lain,”tuturnya.

Melalui dana CSR, Balkondes-balkondes dibangun di desa seputaran Candi Prambanan. Setidaknya ada 20 BUMN yang diberi tugas untuk mendirikan bangunan Balkondes. Namum dari 20 BUMN, saat ini yang siap digunakan baru sekitar 19, sisanya masih satu unit yang kini tengah menunggu proses pembangunannya.

Balkondes ini diproyeksikan untuk memecah konsentrasi wisatawan dan kegiatan pariwisata yang ada di Borobudur. Karena biasanya seluruh kegiatan pariwisata semuanya terpusat di Candi Borobudur. Masyarakat sekitar candi tidak bisa menikmati dampak ekonomi dari keberadaan Borobudur.

“Dengan adanya Balkondes, kegiatan kepariwisataan bisa dilaksanakan di sini. Termasuk ketika hendak menginap, juga bisa di Balkondes”ujarnya.

Konsep Balkondes sudah dilakukan di tempat lain. Seperti di Sembalun, di mana ada homestay yang dibangun BUMN dan pengelolaannya diserahkan ke Desa. Balkondes juga rencananya akan didirikan di Pulau Komodo, Sumatera Barat dan juga di Papua.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top