Uncategorized

‘Ring the Bell’ Indonesia Menyoroti Kepemimpinan Wanita dalam Bisnis selama Krisis COVID-19

‘Ring the Bell’ Indonesia Menyoroti Kepemimpinan Wanita dalam Bisnis selama Krisis COVID-19

MALIOBORO.NEWS – WeEmpowerAsia Wanita PBBProgram yang didanai oleh Uni Eropa, Indonesia Global Compact Network (IGCN), dan Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE), dengan dukungan dari Bursa Efek Indonesia dan International Finance Corporation, mengadakan virtual “Ring the Bell for Gender Equality” di Indonesia untuk memobilisasi sektor bisnis dalam memajukan kesetaraan gender, terutama selama masa yang penuh tantangan ini.

Inisiatif ini merupakan bagian dari acara global bell-ringing yang diadakan di lebih dari 100 bursa saham di seluruh dunia dan dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional 2021 dengan tema ‘Women in Leadership: Achieving a equal future in a COVID-19 world. ‘.

Anita Bhatia, Wakil Direktur Eksekutif UN Women, mendukung inisiatif yang dibuat oleh sektor bisnis selama masa-masa yang belum pernah terjadi sebelumnya ini, dengan menekankan pentingnya keterwakilan perempuan dalam pemulihan ekonomi pasca-COVID-19.

Henriette Faergemann, First Counselor – Environment, Climate Action dan ICT, European Union Delegation to Indonesia mendorong perusahaan dan organisasi lain yang hadir dalam acara tersebut untuk menjadi sekutu kesetaraan.

Pada tahun 2018, studi IBCWE, IGCN dan UN Women on the Application of Women’s Empowerment Principles in Indonesia’s Top 50 Companies menunjukkan bahwa persentase rata-rata perempuan di dewan perusahaan dibandingkan dengan total anggota dewan hanya 28%. Meskipun 68% dari perusahaan ini telah membuat komitmen untuk menyediakan fasilitas yang menargetkan karyawan perempuan, seperti ruang menyusui dan pembibitan, pengaturan kerja yang fleksibel, serta program pendidikan dan pelatihan, hanya 30% yang memiliki kebijakan aktif terkait kesetaraan kesempatan, promosi, peningkatan karir dan hanya 6% yang memiliki kebijakan untuk mengevaluasi gaji yang setara secara teratur.

Diluncurkan pada 2010 oleh UN Women dan UN Global Compact, Prinsip Pemberdayaan Wanita (WEP) terdiri dari tujuh prinsip yang memandu bisnis untuk menjadi lebih responsif gender di seluruh rantai nilai mereka.

Risa Rustam, Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia Bursa Efek Indonesia, semakin mendorong dunia usaha di Indonesia untuk bekerja sama dalam mewujudkan kesetaraan gender, “Lebih dari 42% penduduk Indonesia adalah perempuan. Karenanya, berinvestasi pada kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan adalah hal yang tepat dan cerdas untuk dilakukan. Tidak hanya akan menghasilkan komunitas yang lebih aman, kesetaraan gender juga akan membawa keuntungan bagi bisnis dan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat. ” (rn)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top