ASURANSI

Sri Sultan: Masyarakat DIY Butuh Asuransi Jiwa Secara Berkelompok

Asuransi Jiwa

MALIOBORO.NEWS – Jajaran pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Daerah Istimewa Yogyakarta pada hari Selasa (4/2) diterima oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwana X di Bangsal Kepatihan Yogyakarta.

Ketua AAJI DIY, Agus Setiadi menjelaskan bahwa AAJI ingin meningkatkan perannya dalam pengembangan ekonomi DIY dalam hal asuransi jiwa melalui edukasi dan literasi kepada masyarakat. Jika masyarakat sudah terlindungi asuransi jiwa, maka saat terjadi kejadian atau musibah yang menyangkut jiwa seseorang, mereka tidak perlu khawatir karena sudah terlindungi oleh asuransi.

“Kami bisa memberikan solusi asuransi kepada keluarga di DIY. Dengan premi 100 ribu per jiwa mereka bisa terlindungi misalnya,” papar Agus kepada Sri Sultan.

Sri Sultan menuturkan bahwa dalam tatanan masyarakat Yogyakarta dulu ada peralenan yang menjamin dana sosial bagi tetangganya yang membutuhkan dana waktu sakit atau kematian karena tidak semua orang punya dana kas.

Pengurus AAJI DIY bersama Sri Sultan Hamengkubuwana X

“Dana itu dibayarkan tiap anggota masyarakat dan dikumpulkan secara individu di tingkat kelompok masyarakat. Ini kan bisa diambil alih oleh perusahaan asuransi dengan premi yang jauh lebih kecil,” tutur Sri Sultan.

Sri Sultan menyarankan AAJI bisa menjajagi kerja sama dengan pemerintah DIY untuk menyasar kelompok masyarakat apakah itu RT, RW, Gapoktan, KWT atau yang lain dengan menawarkan asuransi dengan premi yang terjangkau.

“Dengan premi yang ringan per kelompok masyarakat tadi, warga yang membutuhkan dana sosial bisa terlindungi oleh asuransi,” tutur Sri Sultan.

Sri Sultan melanjutkan bahwa masyarakat Yogya relatif mempunyai tingkat pendidikan yang baik, sehingga edukasi mengenai asuransi akan lebih mudah dilakukan. Hanya, menurut Sultan kultur masyarakat Yogyakarta penuh pertimbangan, sehingga perusahaan asuransi perlu lebih gigih karena masyarakat saat ini lebih membutuhkan pemenuhan kebutuhan primer dibanding yang sekunder.

“Di sini pendekatan kultural lebih penting dibanding pendekatan ekonomi. Misalnya asuransi menawarkan asuransi jiwa yang sudah melindungi semua anggota keluarga dalam satu polis,” pungkas Sultan. (ah)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top