BISNIS

Ulang Tahun, JNE Gelar Pengobatan Gratis

JNE-bakti-sosial

MALIOBORO – Tepat 26 November 2017 besok, JNE sebagai perusahaan anak bangsa yang dirintis sejak tahun 1990 dan telah menjadi bagian dari masyarakat, memasuki usianya yang ke-27. Sebagai bagian dalam rangkaian program acara HUT JNE ke-27, JNE mengadakan bakti sosial, yaitu pengobatan gratis di dusun Adipura Kelurahan Prampelan Kecamatan Kaliangkrik Kabupaten Magelang.

Dusun Adipura dengan populasi lebih dari 900 jiwa memiliki lokasi yang cukup jauh dari perkotaan dan berada di ketinggaian 1500 mdpl di lereng gunung Gunung Sumbing. Kondisi inilah yang menjadi pertimbangan utama dilaksanakannya pengobatan gratis di dusun tersebut.

“Tujuannya agar layanan kesehatan baik konsultasi maupun obat-obatan yang memadai bisa didapatkan oleh penduduk,” tutur Head Regional JNE Jateng-DIY, Marsudi.

Dalam perjalanannya, JNE tumbuh dan berkembang. Hingga kini JNE memiliki lebih dari 6.000 jaringan di seluruh Indonesia, berkat dukungan serta kepercayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu JNE juga berkeinginan kuat untuk turut membangun negeri, salah satunya dalam program corporate social responsibility (CSR).

CSR ini juga dilakukan secara rutin dan merata di wilayah Jawa Tengah dan DIY. Pada Juli lalu, JNE Yogyakarta memberikan bantuan berupa armada angkutan sampah bagi kelompok sampah mandiri, sedangkan JNE Solo dan JNE Wonogiri berkolaborasi dalam penyaluran bantuan air bersih di wilayah Wonogiri Jawa Tengah saat musim kemarau September lalu.

Branch Manager JNE Magelang, Bambang Kristiady menyampaikan tentang acara pengobatan gratis yang dipusatkan di Madrasah Ibtidaiyah Al Islam Prampelan. Dalam pengobatan ini, kebanyakan keluhan dialami oleh anak–anak dan lansia. Demam yang disertai batuk dan pilek menyerang anak kecil, sementara para lansia kebanyakan mengalami keluhan nyeri otot.

Menurut tim ketua dokter, yaitu dr. M Bakhtiar Rifai dan dr. M Iqbal Habibi, hal ini dipengaruhi oleh perubahan cuaca dari kemarau ke penghujan sehingga daya tahan tubuh menurun, khususnya anak-anak. Sedangkan untuk para lansia keluhan nyeri otot kemungkinan karena kelelahan melakukan aktivitas di sawah.

“Sebagian warga di Kelurahan Prampelan ini tergolong aktif karena di usia 60 bahkan 70 tahun mereka masih melakukan aktivitas fisik dan bermatapencaharian sebagai sebagai petani”, ujar Dr. Rifai.

(erfanto linangkung)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top